DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL (DHCP)

By v318

DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL (DHCP)

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan suatu protokol jaringan client-server. DHCP server menyediakan parameter-parameter konfigurasi yang spesifik kepada DHCP client host yang merequest informasi yang dibutuhkan oleh client host untuk dapat ikut serta ke dalam jaringan IP. DHCP juga menyediakan suatu mekanisme untuk mengalokasikan alamat-alamat IP kepada client hosts.

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) menyediakan suatu framework untuk mengantarkan informasi konfigurasi kepada hosts di dalam sebuah jaringan TCP/IP.

DHCP merupakan suksesor dari Bootstrap Protocol (BOOTP), dengan menambahkan kemampuan pengalokasian secara otomatis terhadap reusable network addresses dan opsi-opsi konfigurasi tambahan lainnya. Partisipan DHCP dapat saling berhubungan dengan partisipan BOOTP.

Pengalokasian IP address

Dengan bergantung pada implementasinya, DHCP server memiliki tiga metode dalam mengalokasikan IP-addresses:

  • manual allocation, dimana server melakukan pengalokasian berdasarkan pada sebuah tabel dengan pasangan MAC address – IP address yang secara manual diisikan oleh server administrator. Hanya requesting clients dengan MAC address yang terdaftar di dalam tabellah yang akan mendapatkan IP address, sesuai dengan yang terdapat pada tabel.
  • automatic allocation, dimana DHCP server secara permanen memberikan requesting client sebuah free IP-address dari range yang diberikan oleh administrator.
  • dynamic allocation, satu-satunya metode yang menyediakan dynamic re-use dari IP addresses. Seorang network administrator memberikan sebuah range dari IP addresses kepada DHCP, dan setiap komputer client pada LAN memiliki software TCP/IP nya yang dikonfigurasi untuk merequest sebuah IP address dari the DHCP server ketika network interface card dari komputer client tersebut starts up. Proses request-and-grant nya menggunakan suatu lease concept dengan periode waktu yang controllable. Hal ini tentunya memudahkan prosedur instalasi jaringan pada sisi komputer client.

Protocol anatomy

DHCP menggunakan dua port yang sama dengan BOOTP: 67/udp pada server side, dan 68/udp pada client side.

DHCP Discover

Client melakukan broadcast pada local physical subnet untuk menemukan available servers. Network administrator dapat mengkonfigurasi local router untuk memforward paket-paket DHCP kepada DHCP server pada subnet yang berbeda. Implementasi pada sisi client ini menghasilkan paket UDP dengan broadcast destination 255.255.255.255 dan juga merequest last-known IP addressnya meskipun server dapat menolak parameter tambahan ini.

DHCP Offer

Server menentukan konfigurasinya, berdasarkan atas client’s hardware address sebagaimana telah disfesifikasikan di dalam CHADDR (client hardware address) field. Disini server menspesifikasikan IP address di dalam YIADDR (‘your’ (client) IP address) field.

DHCP Request

Client memilih sebuah konfigurasi dari paket-paket DHCP “Offer” yang telah diterimanya dan membroadcastnya pada local subnet. Dengan demikian client telah menspesifikasi server yang paketnya diterima.

DHCP Acknowledge

Server acknowledges request dan mengirimkan acknowledgement kepada client. Sistem secara keseluruhan mengharapkan client untuk mengkonfigurasi network interfacenya dengan opsi-opsi yang telah disediakan.

DHCP Inform

Client mengirimkan sebuah request kepada DHCP server: untuk merequest informasi lebih lanjut dari yang telah dikirimkan server dengan original DHCPACK; atau untuk merepeat data untuk aplikasi tertentu – sebagai contoh, browsers menggunakan DHCP Inform untuk memperoleh settings web proxy via WPAD. Beberapa query tidak menyebabkan DHCP server merefresh IP expiry time di dalam databasenya.

DHCP Release

Client mengirimkan sebuah request kepada DHCP server untuk melepaskan DHCP dan client meng-unconfigure IP addressnya. Karena biasanya clients tidak tahu kapan user akan meng-unplug nya dari network, maka protokolnya tidak mendefinisikan pengiriman DHCP Release sebagai keharusan.

Tinggalkan Balasan